Showing posts with label parenting. Show all posts
Showing posts with label parenting. Show all posts

3 Cara Mencegah Anak agar Tidak Kecanduan Game Online


Pancarona Raya - Kebiasaan anak-anak untuk bermain, sebenarnya adalah suatu hal yang wajar. Apalagi, di era saat ini banyak anak yang memainkan game online baik di ponsel, komputer, ataupun gadget lain. Sayangnya, kebiasaan bermain game online ini bisa meningkat ke status kecanduan game online.

Anak yang kecanduan game online biasanya mengalami kerusakan pada mata dan mata yang mudah lelah. Selain itu, kecanduan game online ini juga bisa berdampak buruk pada prestasi anak. Sebab mereka lebih banyak menghabiskan waktu untuk bermain, dibandingkan belajar.

Tapi, anda tidak perlu khawatir karena kecanduan game online ini ternyata bisa diatasi lho. Berikut ini beberapa cara yang perlu dilakukan untuk mencegah anak kecanduan game online, antara lain:

1. Batasi Waktu Anak Bermain Game Online

Agar anak tidak kecanduan game online, sebaiknya batasi waktu bermain anak. Hal ini perlu dilakukan agar anak-anak tidak lama bermain game online dan bisa kembali mengatur waktunya dalam kesehariaan.

2. Simpan Gadget dan Beri Kata Sandi

Salah satu media anak untuk bermain game online adalah gadget. Oleh karena itu, simpan baik-baik gadget anda dan jauhkan dari jangkauan anak. Misalnya, simpan gadget di laci. Hal ini mengurangi intensitas anak bermain gadget.

Untuk jaga-jaga, anda bisa memasang kata sandi yang sulit ditebak anak. Hal ini untuk mengurangi intensitas mereka bermain game online. Sebab anak harus mendapatkan izin anda terlebih dahulu sebelum memainkan game online tadi.

3. Isi Kegiatan Anak dengan Hal-Hal yang Menyenangkan

Mengurangi waktunya bermain, memang mencegah anak kecanduan game online. Namun, ini akan membuatnya mudah bosan.

Nah, untuk mengatasinya, Anda perlu mencari kegiatan pengganti yang menyenangkan, seperti mengajaknya berbelanja, menyiram tanaman, membersihkan halaman, atau kegiatan bersama lainnya yang menyenangkan.
Read More

Waspadai, 4 Ciri Khas Remaja saat Mengalami Gangguan Makan


Pancarona Raya - Anoreksia nervosa, bulimia, dan binge eating disorder, adalah beberapa jenis gangguan psikologis yang dapat memengaruhi pola makan seorang remaja. Alhasil, tubuh mereka nantinya bisa kelewat kurus ataupun kelewat gemuk.

Lantas, apa saja ciri dari adanya gangguan makan pada remaja itu? Berikut ini beberapa gejala yang menandakan remaja tersebut mengalami gangguan makan, antara lain:

1. Sering Menolak Makan

Pilihan untuk tidak makan, biasanya dilakukan para remaja karena mereka takut untuk makan terlalu banyak. Bahkan, mereka bisa saja menghindari acara makan bersama keluarga atau orang-orang terdekat hanya demi menyembunyikan perilaku makan yang tidak biasa ini. Dengan begitu, remaja akan lebih leluasa untuk makan dengan porsi sedikit atau memuntahkan kembali makanannya setelah dimakan.

2. Terlalu Pilih-Pilih dalam Hal Makanan

Waspadai pula kebiasaan remaja yang makan dalam jumlah sedikit dan terlalu memilih-milih jenis makanan. Sebab hal ini menandakan bahwa remaja tadi mengalami gangguan makan. Hal tersebut tentu berbeda dengan remaja yang memang hobi memilih makanan (picky eater) karena tidak suka makanan tersebut.

Gangguan makan pada remaja ini cenderung membuatnya terlalu memerhatikan jumlah kalori yang dikonsumsinya. Sebab mereka terlalu takut jika memiliki tubuh yang gemuk. Padahal nyatanya, bobot tubuhnya sudah tergolong sangat kurus (seperti anoreksia nervosa).

3. Gemar Menyimpan Makanan di Tempat Tersembunyi

Bukan hanya menyimpan satu atau dua jenis makanan karena gemar nyemil, remaja yang mengalami "binge eating disorder" bisa memiliki stok makanan dalam jumlah yang tidak terhitung. Mereka bisa menyimpan makanan favoritnya dalam laci, kolong tempat tidur, maupun lemari, sebagai tempat persembunyian.

4. Perubahan Berat Badan secara Drastis

Gangguan makan yang terjadi pada remaja, seperti anoreksia, dapat menurunkan bobot tubuh hingga kelewat kurus dan disertai dengan perilaku makan yang aneh. Sedangkan binge eating disorder, justru akan membuat berat badan remaja tadi melonjak secara drastis.
Read More

Patut Dicoba! 3 Cara Tepat Merawat Kulit Bayi yang Sensitif


Pancarona Raya - Bayi terlahir dengan kulit yang lebih sensitif daripada orang dewasa pada umumnya. Itulah kenapa bayi yang baru lahir perlu perawatan kulit khusus. Hal dilakukan agar kulit bayi tidak terkena gangguan kulit, seperti ruam gatal eksim dan iritasi.

Lantas, bagaimana caranya merawat kulit bayi yang sensitif? Berikut ini beberapa cara yang bisa anda terapkan di rumah, antara lain:

1. Pilihlah Produk Perawatan Bayi yang Aman

Untuk penggunaan produk perawatan bayi, sebaiknya anda memilih produk perawatan yang mengandung bahan-bahan organik. Selain itu, pilihlah pula produk yang berlabel hypoallergenic untuk mencegah resiko terjadinya alergi. Usahakan pula memilih produk sabun dan sampo yang memiliki pH seimbang dengan kadar pH air mata atau "low occular irritation index" (berlabel "pH-balanced").

Hindari penggunaan produk perawatan bayi yang berwarna, berpewangi, dan memproduksi banyak busa karena biasanya mengandung bahan kimia yang membuat iritasi pada kulit

2. Pilih Waktu yang Tepat untuk Memandikan Bayi

Saat bayi baru lahir, sebaiknya anda tidak langsung memandikannya. Tapi, beberapa ibu terkadang merasa risih saat melihat selaput lemak pada tubuh bayi yang baru lahir. Padahal, selaput lemak ini berfungsi untuk melembapkan dan melindungi kulit dari infeksi dan resiko alergi. Para pakar kesehatan menyarankan untuk menunda waktu mandi pertama bayi sampai tanda-tanda vital dan suhu bayi telah stabil, kira-kira sekitar 2-4 jam setelah lahir.

3. Perhatikan Suhu Air dan Lama Waktu Memandikan Bayi

Saat memandikan bayi, gunakan air suam kuku (sekitar 36-47ยบ Celsius) untuk proses perendaman. Selain itu, perhatikan pula lama waktu memandikan bayi. Paling lama bayi dimandikan sekitar 10-15 menit saja. Jika lebih dari itu, suhu tubuh bayi bisa menurun dan memicu terjadinya hipotermia.

4. Pakaikan Bayi Pelembap

Setelah bayi dimandikan, pakaikan bayi pelembap. Hal ini diperlukan sebab kulit bayi yang baru lahir, cenderung kering dan sangat sensitif.

Pelembap ini berfungsi untuk mempertahankan kadar air dalam kulit bayi setelah mandi. Tak hanya itu, pelembap ini juga berfungsi untuk memperbaiki tekstur kulit bayi agar lebih lembut dan fleksibel. Untuk penggunaannya, anda cukup mengoleskan pelembap selama 2-3 menit setelah mandi di saat kulit bayi masih sedikit lembap terbasuh air.
Read More

Ini 4 Cara Mengajarkan Anak Agar Lebih Menghormati Orangtua

Pancarona Raya - Tugas sebagi orang tua memang tidaklah mudah. Terkadang, orang tua akan menghadapi sikap anak-anak yang di luar kendali. Ketika mereka dinasehati, terkadang mereka tidak menurutinya. Terus bagaimana langkah selanjutnya anda menyikapi hal ini?

Via: hellosehat.com (10/07/18)

Saat anda mengalami kondisi seperti ini, sebaiknya jangan membentak anak. Sebaiknya anda melakukan beberapa langkah berikut agar anak lebih menghormati anda, antara lain :

1. Tetap Tenang

Saat anak bersikap kurang menyenangkan, cobalah anda untuk bersikap lebih tenang. Jangan memburu si kecil dengan tuntutan agar si kecil bersikap menyenangkan. Hal ini akan membuat si kecil merasa tidak nyaman dan merasa dipaksa. Jika anda terus menuntutnya, anak bukannya menuruti malah akan melawan.

2. Perlakukan Anak Seperti Anda Saat Ingin Dihormati

Seringkali anda merasa si kecil tidak menghormati anda. Nah, yang sering terlewatkan oleh orangtua adalah memberikan perlakuan yang terhormat pula kepada anak. Ingat, anak juga manusia yang mempunyai perasaan dan dapat mencontoh apa yang sering ia lihat dan rasakan. Biasakanlah untuk menghormati anak agar ia juga belajar menghormati siapapun termasuk anda

3. Jadilah Teladan Untuk Anak

Anak-anak lebih mudah meniru daripada mendengarkan instruksi. Jadi, pastikan para orang tua semua untuk melakukan tindakan yang ingin dilakukan si anak. Hormati hak si kecil sebagai individu, berikan ia kebebasan untuk melakukan apa yang ia inginkan.

4. Pahami Perbedaan Pendapat

Seringkali anda sebagai orang tua lupa jika perbedaan pendapat adalah hal yang biasa. Mungkin anda beranggapan jika hidup akan lebih mudah jika anak selalu menuruti keinginan orangtuanya. Sayangnya sikap yang demikian tidak realistis. Yang perlu dipahami saat terjadi perbedaan pendapat, si kecil tidak sedang melawan namun sedang mencari titik tengah. Sebaiknya anda tidak memaksakannya secara langsung, tapi memberikan penjelasan secara lemah lembut.


Demikianlah 4 cara untuk mengajari anak agar lebih menghormati orangtua. Hal yang perlu diperhatikan, agar anda lebih sabar. Mendidik anak memang tidaklah mudah, tapi hal itu juga bukanlah hal yang mustahil. Selama anda mau berusaha dan berdoa, pasti pendidikan terhadap anak anda akan sukses.

Jika anda menyukai artikel ini, mohon bantuannya klik "ikuti" di menu bar pada pojok kiri atas. Tepat di bawah kolom followers. Terima kasih!
Read More

Tips Bagi Para Orang Tua Agar Anak Suka Makan Buah dan Sayur

Pancarona Raya - Untuk menunjang tumbuh kembang anak, diperlukan nutrisi dan asupan cukup. Beberapa nutrisi yang dibutuhkan anak itu bisa anda dapatkan dengan konsumsi buah maupun sayur. Walaupun begitu, beberapa anak ada yang tidak suka memakan buah maupun sayur.
Sumber: medium.com/@drputri.sakti/makan-sayur-atau-buah-itu-nggak-sehat-3c6729241bba (05/07/18)

Para orang tua dituntut untuk menerapkan cara-cara kreatif, agar anak menyukai makan buah maupun sayur. Bagi para orang tua, jangan bingung dahulu. Berikut beberapa tips agar anak suka makan sayur, antara lain :

1. Kenalkan Buah Manis Dahulu

Sumber: kalteng.antaranews.com/berita/282598/kenalkan-dulu-anak-suka-buah-manis-nanti-akan-suka-sayur (05/07/18)

Agar anak suka makan buah, sebaiknya kenalkan buah yang memiliki rasa manis terlebih dahulu misal semangka, pisang, ataupun pepaya. Hal yang perlu diperhatikan, jangan mengenalkan buah dengan rasa asam, dan bertekstur keras. Karena anak-anak cenderung lebih menyukai buah yang manis dan bertekstur lembut.

2. Sajikan dengan Potongan Menarik

Sumber: m.vemale.com/galeri/10073creative_food-20151202-editor-007.html (05/07/18)

Ketika anda mengenalkan buah atau sayur pada anak, sebaiknya sajikan dengan potongan yang menarik. Hal ini membuat anak lebih tertarik saat pertama melihatnya. Sebab anak-anak lebih menyukai makanan dengan tampilan yang menarik.

3. Modifikasikan Sajian Dalam Bentuk Lain

Sumber: itsbuah.com/buat-es-puding-buah-segar-untuk-buka-puasa-dengan-mudah-yuk/ (05/07/18)

Orang tua juga memodifikasi sajian buah dalam bentuk lain, seperti sup buah, salad buah, puding buah atau yang lainnya. Hal ini membuat anak tidak bosan saat makan buah atau sayur.

4. Ajak Anak Siapkan Masakan

Sumber: m.detik.com/food/makanan-dan-gizi-anak/d-3456541/ini-pendapat-3-chef-indonesia-soal-manfaat-memasak-bersama-anak (05/07/18)

Selain anda menyajikan buah atau sayur, anda sebaiknya juga mengajak anak saat menyajikan masakan berbahan dasar buah atau sayur. Para orang tua bisa mengajak anak untuk membantu masak di dapur sembari memberikan pemahaman bahwa buah atau sayur itu baik untuk kesehatan.

5. Memberikan Contoh Memakan Pada Anak

Sumber: m.merdeka.com/sehat/hati-hatibanyak-makan-buah-justru-bisa-bikin-perut-kembung.html (05/07/18)

Hal yang paling penting adalah anda perlu nemberikan contoh memakan buah atau sayur kepada anak. Contoh yang diberikan orang tua ini bisa mendorong anak untuk menyukai makan buah atau sayur. Sebelum itu, orang tua terlebih dulu harus terbiasa konsumsi buah atau sayur.


Itulah lima tips yang bisa dilakukan oleh para orang tua, agar anak bisa menyukai makan buah atau sayur. Mulai hari ini, mari lakukan beberapa tips tersebut bagi para orang tua. Jika anda menyukai artikel ini, mohon bantuannya klik "ikuti" di menu bar pada pojok kiri atas. Tepat di bawah kolom followers. Terima kasih!
Read More